banner 728x250

Tak Kenal Waktu, Kacabdis Pendidikan Wilayah XI Ridwan Syam Habiskan Malam Bersama Anak Panti

SINDOMAS, PALOPO – Ketika sebagian orang mulai beristirahat setelah seharian beraktivitas, Kepala Cabang Dinas (Kacabdis) Pendidikan Wilayah XI Provinsi Sulawesi Selatan, Ridwan Syam, S.Sos., M.M., justru memilih menghabiskan waktunya bersama anak-anak Panti Asuhan Uswatun Hasanah Palopo.

Bukan dalam suasana rapat, bukan pula di balik meja kerja. Selasa malam, 11 Agustus 2026, Ridwan Syam terlihat larut dalam suasana kekeluargaan bersama anak-anak panti. Momen tersebut berlangsung hingga malam, sekitar pukul 22.00 WITA, ketika sejumlah media menemuinya di lokasi.

 

 

Bagi seorang pejabat yang memiliki tanggung jawab membina dunia pendidikan di wilayah Kota Palopo dan Kabupaten Luwu, waktu tentu menjadi sesuatu yang sangat berharga. Namun bagi Ridwan Syam, ada kalanya waktu justru terasa lebih bermakna ketika digunakan untuk berbagi kebersamaan dengan mereka yang membutuhkan perhatian.

“Saya senang bersama anak-anak panti. Ini juga menjadi salah satu cara untuk menghilangkan kepenatan dari kegiatan sehari-hari,” ungkap Ridwan Syam saat ditemui berapa media.

Pertemuan tersebut tidak sekadar dimaknai sebagai kunjungan seorang pejabat. Suasana yang terbangun menunjukkan adanya interaksi yang lebih cair dan kekeluargaan.

Ridwan Syam tampak meluangkan waktu untuk berbincang dan menikmati suasana bersama lingkungan panti. Bagi anak-anak, kehadiran sosok dari dunia pendidikan di tengah mereka tentu dapat menjadi pengalaman sekaligus motivasi.

Di sinilah pendidikan menemukan maknanya yang lebih luas.

Pendidikan tidak hanya berlangsung ketika guru berdiri di depan kelas dan peserta didik duduk di bangku sekolah. Pendidikan juga dapat hadir melalui keteladanan, kepedulian, perhatian dan keberanian untuk melihat persoalan sosial secara langsung.

Sebagai Kacabdis Pendidikan Wilayah XI, Ridwan Syam tidak hanya berhadapan dengan persoalan administrasi dan program pendidikan. Wilayah kerjanya mencakup satu ekosistem pendidikan yang luas, termasuk SMA, SMK dan SLB di Kota Palopo dan Kabupaten Luwu.

Karena itu, semangat membangun pendidikan yang berkarakter dapat pula diwujudkan melalui kegiatan sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Kunjungan ke Panti Asuhan Uswatun Hasanah menjadi salah satu gambaran bahwa pendidikan dan kepedulian sosial dapat berjalan beriringan.

Anak-anak panti tidak hanya membutuhkan kebutuhan material, tetapi juga membutuhkan perhatian, motivasi dan keyakinan bahwa mereka mempunyai kesempatan yang sama untuk meraih masa depan.

Hal menarik lainnya datang dari pengelola Panti Asuhan Uswatun Hasanah.

Menurut salah satu pengelola, pembinaan anak-anak panti selama ini tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan sehari-hari. Mereka juga berupaya membangun karakter, kedisiplinan dan keberanian anak-anak untuk menentukan masa depan.

Bahkan, salah satu anak binaan disebut telah memiliki tekad untuk mengabdikan diri kepada negara melalui jalur TNI dan saat ini sedang mengikuti proses pendaftaran di Makassar.

“Kami telah menciptakan anak panti asuhan menjadi abdi negara, TNI. Sekarang dia sedang mendaftarkan diri di Makassar,” ungkap salah satu pengelola.

Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa keterbatasan kondisi kehidupan bukan alasan bagi seorang anak untuk berhenti bermimpi.

Justru dari lingkungan panti, cita-cita besar dapat tumbuh. Ada yang ingin menjadi prajurit, guru, tenaga kesehatan, pengusaha maupun profesi lainnya.

Yang dibutuhkan adalah kesempatan, pendidikan, pembinaan dan lingkungan yang memberikan kepercayaan kepada mereka.

Panti Asuhan Uswatun Hasanah Palopo berlokasi di Jl. Lembu eks Jl. Teratai, Kelurahan Temmalebba, Kecamatan Bara, Kota Palopo.

Tempat ini menjadi ruang pengasuhan dan pendidikan bagi anak-anak yatim piatu maupun anak-anak yang membutuhkan perhatian dan pengasuhan.

Kebutuhan mereka tidak hanya berkaitan dengan tempat tinggal dan makanan. Pendidikan, kesehatan, pembinaan mental serta dukungan untuk mengembangkan potensi juga menjadi bagian penting dalam perjalanan kehidupan mereka.

Karena itu, kunjungan berbagai pihak memiliki arti tersendiri.

Bagi anak-anak, perhatian tersebut dapat menjadi sumber motivasi. Sementara bagi para pengunjung, pertemuan dengan anak-anak panti dapat menjadi pengingat bahwa masih banyak persoalan sosial di sekitar yang membutuhkan kepedulian bersama.

Ada satu pesan sederhana yang terlihat dari aktivitas Ridwan Syam malam itu: jabatan tidak seharusnya menjadi jarak antara seorang pejabat dengan masyarakat.

Kesibukan menjalankan tugas pemerintahan memang tidak dapat dihindari. Namun, menyisihkan waktu untuk duduk bersama masyarakat, mendengarkan cerita dan melihat kehidupan mereka secara langsung dapat menjadi bagian penting dari pengabdian.

“Tak kenal waktu” dalam konteks ini bukan semata-mata tentang bekerja sampai larut malam. Lebih dari itu, ungkapan tersebut menggambarkan bagaimana waktu yang dimiliki seorang pejabat dapat digunakan untuk membangun hubungan sosial dan memberikan energi positif kepada masyarakat.

Kisah sederhana di Panti Asuhan Uswatun Hasanah tersebut pada akhirnya membawa kita pada pemahaman bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur melalui angka, nilai rapor atau prestasi akademik.

Keberhasilan pendidikan juga terlihat ketika seorang anak mampu tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, memiliki karakter, peduli kepada sesama dan berani mengejar cita-citanya.

Dari sebuah panti asuhan di Kota Palopo, harapan itu terus tumbuh.

Salah satunya kini sedang berjuang mengejar cita-cita menjadi TNI melalui proses pendaftaran di Makassar.

Dan malam itu, di tengah suasana sederhana Panti Asuhan Uswatun Hasanah, pesan tentang pendidikan terasa jauh lebih dekat: bahwa setiap anak berhak bermimpi, setiap anak berhak mendapatkan kesempatan, dan setiap anak membutuhkan orang-orang yang percaya bahwa masa depan mereka layak diperjuangkan. (Srf/Red)

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan dan/atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, Anda dapat mengirimkan artikel dan/atau berita berisi sanggahan dan/atau koreksi kepada Redaksi kami, sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) Undang-Undang Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers. Artikel/berita dimaksud dapat dikirimkan melalui email: redaksisindomas@gmail.com. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *